Sabtu, 07 Desember 2013

Wanita Sering Menagis Ini Penyebabnya

Sebelumnya kami sempat posting artikel Ketika Wanita Menangis yang mendapat respon yang sangat bagus. Tak kalah dengan kata kata motivasi pertama tadi, berikut ini artikel Mengapa wanita menangis juga sangat mengena untuk menghilangkan kekerasan terhadap wanita di dunia ini. 
Banyak laki-laki beranggapan bahwa wanita memanfaatkan tangisannya untuk banyak hal tapi ketahuilah

ketika wanita menangis.. itu bukan berarti dia sedang mengeluarkan senjata terampuhnya.. melainkan justru berarti dia sedang mengeluarkan senjata terakhirnya..

ketika wanita menangis.. itu bukan berarti dia tidak berusaha menahannya.. melainkan karena pertahanannya sudah tak mampu lagi membendung air mata..

ketika wanita menangis.. itu bukan karena dia ingin terlihat lemah.. melainkan karena dia sudah tidak sanggup berpura-pura kuat..

Mengapa Wanita Menangis?
Karena wanita juga seorang manusia yang memiliki perasaan.. wanita tidak pernah menuntut banyak pengertian.. kadang wanita terlihat manja, banyak maunya, atau mungkin di mata pria wanita hanyalah makhluk yang menyusahkan.. tapi ketahuilah sahabat anehdidunia.com, Wanita masih tetap berdiri tegar meski pria telah menghantamnya dengan banyak rasa sakit hati yang mendera.. wanita masih tetap seperti orang yang sama ketika pria berusaha pergi dan menghindar lantas datang kembali membawa asa.. meski wanita terlihat tidak peduli, meski wanita terlihat mengacuhkan, tapi percayalah.. jauh di lubuk hatinya.. wanita sejuta doa untuk pria.. karena kita di takdirkan untuk berpasangan, tidak untuk menjalani sendirian..

wanita memang selalu tampak berlebihan dalam mengeksplorasi perasaannya.. itulah mengapa anak selalu terlahir dari rahim kaum wanita.. karena Tuhan ciptakan ruang luas di bawah hati wanita untuk tempat bernaungan hasil hasil cinta kita.. karena ya lagi lagi wanita.. di mana Tuhan mentakdirkan wanita sebagai makhluk yang akan selalu terrlihat lemah di luar, tapi kuat di dalamnya..

Maka ...
Hargailah keberadaan wanita.. sekecil apapun artinya dalam hidup pria.. Sayangi mereka dengan sepenuh hati kalian.
Read more ...

Unik Ada Uacara Haid Di Dunia

Haid pertama atau disebut menarche adalah hari bersejarah bagi semua gadis. Di hari itulah para gadis memasuki masa puber.  Biasanya terjadi pada usia 11 – 13 tahun. Ada sebagian gadis yang merasa malu,  ada juga merasa sangat senang. Bahkan ada sebagian gadis yang sangat cemas  karena tamu yang ditunggu-tunggu itu tidak juga muncul. Karena dianggap sebagai hari  bersejarah. Sahabat anehdidunia.com  beberapa suku di dunia memperingatinya secara khusus dengan upacara adat yang sampai saat ini masih dilakukan.

UPACARA MENEK KELIH / MENEK DAHA BALI
Upacara menginjak dewasa (munggah deha) dilaksanakan pada saat putra / putri sudah menginjak dewasa. Peristiwa ini akan terlihat melalui perubahan-perubahan yang nampak pada putra-putri. Misalnya pada anak Iaki-laki perubahan yang menonjol dapat kita saksikan dari sikap dan suaranya. Pada anak putri mulai ditandai dengan datang bulan (menstruasi) pertama. Orang tua wajib melaksanakan upacara meningkat dewasa (munggah deha) ini. Upacara ini dilaksanakan pada saat anak menginjak dewasa. Upacara ini bertujuan untuk memohon ke hadapan Hyang Samara Ratih agar diberikan jalan yang baik dan tidak menyesatkan bagi si anak. Upacara ini dilakukan oleh Pandita / Pinandita atau yang tertua di dalam lingkungan keluarga. 

UPACARA TARAPAN  KERATON YOGYAKARTA INDONESIA
Tarapan adalah upacara untuk memeringati haid pertama (menarche) seorang gadis.  Di keraton Yogyakarta upacara ini dilakukan di Bangsal Sekar Kedaton. Gadis yang sedang menarche  memakai baju khas keraton Yogya dengan  rambutnya disanggul. Keluarga  membuat tumpeng, sesaji yang terdiri dari rempah-rempah dan bumbu dapur  serta  bubur merah putih. Sesaji itu dimaksudkan untuk menolak bala. Pada upacara ini tidak ada pria yang boleh ikut, termasuk Sultan.  Upacara Tarapan di Surakarta sedikit beda. Dalam perayaan ini si Gadis mengenakan batik dalam ritual siraman. Kemudian si Gadis berganti baju dengan kain bermotif grompol sebagai lambang permohonan kebahagiaan dan kesejahteraan. Grompol  (menggerombol) artinya agar selalu  dikelilingi oleh teman-temannya. Perayaan diakhiri dengan syukuran bersama. Sedangkan masyarakat Jawa pada umumnya cukup memeringati menarche dengan membuat bubur merah dan putih. Bubur putih dibuat tanpa gula sedangkan bubur merah diberi gula aren. Orangtua (Ibu) kemudian berdoa untuk anak gadisnya.

PENATOAN DI SUKU DAYAK  KALIMANTAN INDONESIA
Gadis dari suku Dayak Iban yang mengalami menarche  mesti ditato tubuhnya. Sebuah lesung besar diletakkan di atas badan si Gadis agar tubuhnya tidak bergerak sehingga memudahkan penatoan. Ketika si  Gadis merasa kesakitan, maka suara tangisannya harus dilagukan (hmmm ... sulit juga ya)  Penatoan  dilakukan dengan upacara adat di sebuah rumah khusus. Selama pembuatan tato semua pria tidak boleh keluar rumah. Selain itu seluruh keluarga juga diwajibkan menjalani berbagai pantangan untuk menghindari bencana bagi  gadis yang sedang ditato.

SUKU MEE PANIAI  PAPUA  INDONESIA

Gadis  yang mengalami haid pertama diletakkan dalam pondok yang telah dibangun oleh saudara laki-lakinya. Selama menstruasi si  gadis   tidak  boleh tidur pada malam hari  agar  tidak  mimpi buruk. Jika menstruasi telah selesai  si gadis  harus membakar pondoknya berikut baju yang dipakainya (lho .. nggak pakai baju dong). Mereka juga harus memerhatikan ke mana arah angin.  Arah angin bisa  menandakan apakah si cewek akan menikah atau tidak.

UPACARA KINAALDA SUKU INDIAN
Pada upacara itu,  gadis suku Indian Navajo yang sedang menarche mengenakan gaun khusus dan di make over habis-habisan hingga wajahnya menyerupai Dewi Navajo, dewinya suku Indian Navajo.  Gadis yang dipestakan harus berlari dengan kaki telanjang. Keluarga  membuat   kue  jagung ('alkaan') yang dibagikan kepada para tetangga. Kegiatan ini dilakukan setiap hari selama menarche. Suku Indian Nootka beda lagi upacaranya.  Di hari menarche si Gadis   digiring  warga  ke tengah laut. Si Gadis  kemudian diceburkan dan ditinggal sendirian di tengah laut.  Dia kemudian berenang kembali   ke  pantai yang diikuti oleh tepuk tangan  dan nyanyian warga yang mengantarnya. (wah ... air lautnya bisa jadi merah dong ya)

SUKU SOLOMON PASIFIK SELATAN
Cewek yang baru pertama kali  haid mengalami penatoan pada wajahnya. Penatoan  dipimpin oleh ketua adat. Tehnik penatoan yang dipakai masih manual. Jarum untuk membuat tatto berasal dari tulang binatang. Tintanya dari bahan tradisional.  Upacara ini untuk menunjukkan kepada penduduk  bahwa si Gadis  telah beranjak dewasa.

LOVE MAGIC SUKU ABORIGIN

Penduduk asli Australia, suku Aborigin, memeringati menarche dengan cara memberikan pelajaran kewanitaan yang mereka namakan Love Magic. Yang memberikan pelajaran  adalah ibu-ibu sekampungnya. Love Magic mengajarkan  tata  cara melahirkan, merawat keluarga, memasak dan lainya.  Si cewek juga diberi pelajaran tentang perubahan fisik wanita setelah menarche.

MENARCHE SUKU TIWI  ABORIGIN DI PULAU  MELLIVILE AUSTRALIA

Suku Tiwi di Pulau Meillivile Australia menamakan gadis yang sedang mengalami menarche sebagai Murinaleta. Ketika menstruasi pertama Si Gadis bakal diungsikan di sebuah tempat khusus dan  diperlakukan sesuci mungkin.  Si Gadis tidak boleh memegang air atau ember yang berisi air. Dia juga tidak boleh memegang makanan dengan tangannya (mesti pakai stik) Kalau berbicara mesti berbisik. Kalau badannya gatal mesti ada yang menggaruk. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kesucian gadis yang mengalami menarche, agar Maritji, roh dewa berbentuk buaya tidak marah dan tidak mengirimkan petaka di  daerah tersebut.

MENARCHE DI  LITHUANIA
Pada hari Sabtu setelah mengalami haid pertama, si cewek yang mengalami menarche akan mengumpulkan penduduk perempuan setempat  dan membagi-bagikan  roti buatannya.  Perayaan menarche biasanya diadakan di kolam renang. Saat itu sang Ayah akan  menyerahkan  jatah warisan kepada  anak gadisnya  sebagai lambang kemakmuran. Sedangkan sang Ibu akan membocorkan warisan yang dimiliki sang Ayah yang akan diberikan kepada anak gadisnya.

CHARMATI CHADANJA DI INDIA
Upacaranya dilakukan saat hari ganjil. Jadi kalau misalnya si Gadis  mengalami menarche tanggal 4, maka Charmati Chadanja dilaksanakan pada tanggal 5.  Dalam ritual ini si cewek diharuskan mengenakan pakaian sari yang baru lengkap dengan perhiasannya.  Kain sari  tidak  boleh berwarna hitam karena hitam menandakan kesedihan. Pada upacara itu di bawah kaki si  Gadis  diletakkan ranting, daun dan tanah  sebagai penangkal ketidaksucian. Si cewek kemudian diciprati dengan air susu bekas  rendaman  koin dan rumput. Koin dan rumput sebagai simbol   kemakmuran dan kesuburan. Setelah ritual selesai  diadakan pesta yang menunya kari dan roti canai.

MENARCHE DI SRILANGKA
Pada hari pertama menarche  keluarga memanggil peramal untuk memprediksi masa depan  si Gadis yang sedang menarche   berdasarkan posisi rasi bintang pada saat itu. Peramal akan mengatakan segi baik dan buruk agar si  Gadis  bisa mengantisipasinya. Di hari itu si  Gadis  diperlakukan sebagai Ratu Sehari.  Dia akan dilulur dan dimandikan oleh keluarga. Setelah itu  dikenakan gaun putih dan siap berpesta dengan para undangan yang biasanya sudah membawa hadiah serta uang.

SATU TAMPARAN DI YAHUDI

Cewek Yahudi yang mengalami menarche akan mendapat sebuah tamparan di pipi dari ibunya.  Si Gadis  diwajibkan bertanya, “Kenapa saya ditampar?” Kemudian  ibunya  langsung menjelaskan bahwa tamparan itu  sebagai simbul  agar si Gadis   berhati-hati  dan menjaga diri dalam bergaul karena sudah dewasa.  Ritual menampar  adalah sebagai tanda si Cewek sudah remaja. Jadi, walaupun ditampar, dia tak boleh menangis.

MENARCHE SUKU MOGHUL TURKI
Di suku Mogul Turki, cewek yang mendapati haid pertama diungsikan di gubug yang telah dibangun oleh saudara laki-lakinya. Selama haid si cewek tidak boleh bicara dengan laki-laki. Yang boleh berkunjung dan ngobrol ke gubug tersebut adalah ibu dan neneknya. Di gubug  itulah  si Gadis  diajarkan ketrampilan wanita seperti memasak dan menjahit.

UPACARA IMBORIVUNGU NIGERIA

Upacara ini mirip upacara pengorbanan. Si Gadis yang mengalami menarche aka disilet perutnya sebanyak 4 baris. Konon hal itu dipercaya  bisa membuat kesuburan seorang perempuan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan si Gadis bakal mengalami pendarahan atau terluka karena upacara Imborivungu  dipimpin oleh Kepala Suku yang sakti banget.
   
MAKAN BERAS MERAH DI JEPANG
Orang Jepang lebih sederhana dalam merayakan menarche. Keluarga si Gadis yang mengalami haid pertama diwajibkan  menanak beras merah dan membuat makanan dari kacang-kacangan.  Kemudian mereka makan bersama keluarga saja.

UPACARA KUFAR SUKU MIKRONESIA

Kufar adalah upacara perayaan menyambut menarche oleh suku Ulithi di  Mikronesia (sebelah  timur Papua Nugini).  Gadis yang mengalami menarche  diungsikan di sebuah Rumah Menstruasi yang sudah disediakan.  Di sana dia dimandikan oleh seorang wanita  dengan membacakan mantera-mantera.  Gadis itu baru boleh pulang ke rumah kalau menstruasi berikutnya datang. Lha kalau menstruasi kedua jaraknya 1 tahun gimana duuooong. Secara permulaan haid tuh belum stabil,  lagi.

MENARCHE DI KIRIBATI SAMUDERA PASIFIK

Gadis yang pertama kali mengalami  haid bakal mendapatkan kehormatan dari warga seluruh kampung. Warga mengadakan pesta bagi gadis tersebut. Tiga hari sebelum pesta dilaksanakan  si Gadis harus menahan lapar selama 3 hari. Selama tiga hari itulah si Gadis hanya boleh makan dan minum  sesedikit mungkin. Hal itu dimaksudkan agar kelak kalau sudah menikah, sang Gadis lebih mendahulukan anak dan suaminya. Setelah puasa berakhir dimulailah pesta dengan seluruh warga.
 
Read more ...

Aneh Suku Dengan Budaya Kawin Sedarah

Suku Polahi - Kawin dengan saudara kandung merupakan sebuah pantangan bagi masyarakat kebanyakan, Namun, hal itu tidak berlaku bagi suku Polahi di pedalaman Gorontalo. Mereka hingga saat ini justru hanya kawin dengan sesama saudara mereka. Sama seperti postingan kami tentang yang pernah kami posting beberapa waktu lalu. "Tidak ada pilihan lain. Kalau di kampung banyak orang, di sini hanya kami. Jadi kawin saja dengan saudara," ujar Mama Tanio, salah satu perempuan Suku Polahi yang ditemui di Hutan Humohulo, Pegunungan Boliyohuto, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo.

Suku Polahi merupakan suku yang masih hidup di pedalaman hutan Gorontalo dengan beberapa kebiasaan yang primitif. Mereka tidak mengenal agama dan pendidikan, serta cenderung tidak mau hidup bersosialisasi dengan warga lainnya. Walau beberapa keluarga Polahi sudah mulai membangun tempat tinggal tetap, tetapi kebiasaan nomaden mereka masih ada. Polahi akan berpindah tempat, jika salah satu dari keluarga mereka meninggal.

Nah, salah satu kebiasaan yang hingga sekarang masih terus dipertahankan oleh suku Polahi adalah kawin dengan keluarga sendiri yang masih satu darah. Hal biasa bagi mereka ketika seorang ayah mengawini anak perempuannya sendiri, begitu juga seorang anak laki-laki kawin dengan ibunya. Kondisi ini diakui oleh satu keluarga Polahi yang ditemui di hutan Humohulo. Kepala sukunya, Baba Manio, meninggal dunia sebulan lalu. Baba Manio beristri dua, Mama Tanio dan Hasimah. Dari perkawinan dengan Mama Tanio, lahir Babuta dan Laiya.

Babuta yang kini mewarisi kepemimpinan Baba Manio memperistri adiknya sendiri, hasil perkawinan Baba Manio dengan Hasimah. Hasimah sendiri merupakan saudara dari Baba Manio. Kelak anak-anak Babuta dan Laiya akan saling kawin juga. "Kalau mau kawin, Baba Manio membawa mereka ke sungai. Disiram dengan air sungai lalu dibacakan mantra. Sudah, cuma itu syaratnya," ujar Mama Tanio dengan polosnya.

Keterisolasian mereka di hutan dan ketidaktahuan mereka terhadap etika sosial dan agama membuat suku Polahi tidak mengerti bahwa inses dilarang. Bagi mereka, kawin dengan sesama saudara kandung adalah salah satu cara untuk mempertahankan keturunan Polahi. "Yang mengherankan, tidak ada dari turunan mereka yang cacat sebagaimana akibat dari perkawinan satu darah pada umumnya," ujar Ebbi Vebri Adrian, seorang juru foto travel yang ikut menyambangi suku Polahi.

Memang belum ada penelitian yang bisa mengungkapkan akibat dari perkawinan satu darah yang terjadi selama ini di Suku Polahi. Namun, dibandingkan dengan suku-suku pedalaman lainnya di Indonesia, mungkin hanya Polahi yang mempunyai kebiasaan primitif tersebut. Sebuah ironi yang masih saja terjadi di belahan bumi Indonesia ini.

Cerita Mistis yang Melingkupinya
Beberapa puluh tahun lalu, keberadaan Polahi masih merupakan cerita mistis yang penuh misteri. Paling banyak cerita mengenai suku ini datang dari para pencari rotan yang mengambil rotan di Pengunungan Boliyohuto.

"Para pencari rotan sebelum saya, bercerita bahwa Polahi yang bertemu dengan mereka, selalu merampas barang-barang mereka. Mereka terpaksa menyerahkan makanan dan parang yang dibawa, karena kalau tidak Polahi bisa membunuh mereka," ujar Jaka Regani (48) salah satu pencari rotan yang ditemui di Hutan Humohulo, Panguyaman, Kecamatan Boalemo, Gorontalo, pekan lalu.

Dulu, Polahi tidak mengenal pakaian. Mereka hanya mengenakan semacam cawat yang terbuat dari kulit kayu atau daun woka untuk menutupi kemaluan mereka. Sementara itu, bagian dada dibiarkan telanjang, termasuk para wanitanya. "Tapi sekarang Polahi yang berada di Paguyaman dan sekitarnya sudah tahu berpakaian. Mereka sudah berpakaian layaknya warga lokal lainnya," ujar Rosyid Asyar, seorang juru foto yang meminati kehidupan Polahi.

Suku Polahi dianggap mempunyai ilmu kesaktian bisa menghilang dari pandangan orang. Mereka dipercaya punya kemampuan berjalan dengan sangat cepat, dan mampu hidup di tengah hutan belantara. "Dua puluh tahun lalu ada teman saya yang meneliti mengenai Polahi primitif sempat hidup bersama mereka selama seminggu. Menurut pengakuannya, ketika bertemu dengan Polahi primitif tersebut, matanya harus diusap dengan sejenis daun dulu baru bisa melihat Polahi," jelas Rosyid.

Kehidupan Polahi yang bertahan di hutan pedalaman Boliyohuto dan tidak mau turun hidup bersama dengan warga kampung, membuat cerita mistis mengenai mereka terus bertahan. Menurut sejarah yang bisa ditelusuri, sejatinya suku Polahi merupakan warga Gorontalo yang pada waktu penjajahan Belanda dulu melarikan diri ke dalam hutan. Pemimpin mereka waktu itu tidak mau ditindas oleh penjajah. Oleh karena itu, orang Gorontalo menyebut mereka Polahi, yang artinya "pelarian."

Jadilah Polahi hidup beradaptasi dengan kehidupan rimba. Setelah Indonesia merdeka, turunan Polahi masih bertahan tinggal di hutan. Sikap antipenjajah tersebut terbawa terus secara turun temurun, sehingga orang lain dari luar suku Polahi dianggap penindas dan penjajah.

Keterasingan mereka di hutan membuat Polahi tidak terjangkau dengan etika sosial, pendidikan dan agama. Turunan Polahi lalu menjadi warga yang sangat termarginalkan dan tidak mengenal tata sosial pada umumnya. Mereka juga tidak mengenal baca tulis serta menjadikan mereka suku yang tidak menganut agama.  Keterasingan itu semakin melengkapi misteri dan cerita mistis suku Polahi. "Awalnya kami takut bertemu dengan Polahi jika sedang berada di hutan mencari rotan, tetapi kini kami malah sering menumpang istirahat di rumah mereka ketika berada dalam hutan," kata Jaka.

Kebiasaan primitif yang hingga kini masih terus dipertahankan turunan Polahi adalah kawin dengan sesama saudara. Karena tidak mengenal agama dan pendidikan, anak seorang Polahi bisa kawin dengan ayahnya, ibu bisa kawin dengan anak lelakinya, serta adik kawin dengan kakaknya.

Selain di Paguyaman, suku Polahi juga bisa ditemui di daerah Suwawa dan Sumalata. Semuanya berada di sekitar Gunung Boliyohuto, Provinsi Gorontalo. "Memang untuk bertemu dengan Polahi primitif nyaris mustahil, tetapi beberapa orang meyakini hingga kini masih bertemu dengan mereka," kata Rosyid lagi.
Read more ...

Kisah Kesialan Paling Unik Dialami Manusia

Sial memang tidak bisa kita prediksi akan kapan datang dan berakhirnya. Mungkin sahabat anehdidunia.com pernah mengalami kesialan namun tidak sampai berturut turut dengan kesialan yang sama. Namun sial yang paling unik yang pernah dialami oleh beberapa orang ini adalah kesialan yang jarng terjadi. Silahkan disimak.

Jason and Jenny Cairns-Lawrence
Kesialan: Sering banget kena serangan teroris.
  • 11 September, World Trade Center, Pasangan ini persis berada di New York pada saat menara kembar tadi jatuh dan hancur.
  • 7 Juli 2005, pada saat mereka sedang berada di London, mereka sekali lagi berada di kota dimana serangkaian bom meledak di stasiun kereta bawah tanah.
  • 2008, akhirnya mereka berpikir untuk tidak berwisata ke kota-kota besar, dan melirik Mumbay, India, dan akhirnya, berakhirlah pasangan ini sekali lagi berada di kota dimana adanya teror bom dan penembakan yang menelan ratusan jiwa.
Pasangan ini mungkin bisa dibandingkan dengan Regina Rohde, cuma, Regina mengalami dua kali saja, pertama di saat dia masih siswa di Columbine High School, dan menjadi saksi mata pembantaian dengan penembakan, dan jadi salah satu sejarah terburuk dunia dalam penembakan. Delapan tahun kemudian, Regina menjalani Pascasarjana di Virgina Tech, dan dia sekali lagi menjadi saksi mata penembakan yang lebih buruk lagi dan sampai sekarang menjadi rekor pembantaian terburuk dalam sejarah sekolah.

Violet Jessop
Kesialan: Hampir tenggelam di kapal pesiar...tiga kali!

Legenda di kalangan para kapten kapal bahwa wanita dilarang berada di kapal pada saat menarik sauh mungkin ada benarnya ketika kita membaca cerita ini.

Cerita Violet dimulai pada saat dia bekerja sebagai kru di Olympic, ‘adik’ kapal Titanic. 20 September 1911, Olympic bertabrakan dengan kapal tempur Inggris, untungnya ia selamat. Karena itulah, akhirnya Violet pindah ke kapal berikutnya: Titanic!

Ya, mungkin nggak perlu cerita panjang lebar soal Titanic, toh semuanya sudah tau juga kan? Nah...abis dari Titanic, Violet mulai tobat dan menjauh dari kapal, secara mungkin dia sudah trauma juga gara-gara Titanic kali ya? Psst: kapten kapal Olympic dan Titanic pas kejadian itu samaL Edward J. Smith

Setelah beberapa lama nggak berada di laut, akhirnya Violet kangen dan kembali lagi jadi perawat di kapal Britannic. 1916, kapal tadi menabrak ranjau, dan sekali lagi Violet selamat, mungkin akhirnya karena dia merasa laut bermusuhan dengan dia, akhirnya Violet menjauh dari laut. Pada saat meninggal gara-gara gagal jantung pada 1971, jazadnya dilarung ke laut.

Robert Todd Lincoln

Kesialan: Kenal banyak presiden,.. dan semuanya mati tertembak!

Ayah Robert ini siapa lagi kalo bukan Abraham Lincoln? Nah...ceritanya dimulai dari bokapnya sendiri. Pada umur 21 tahun, Abraham Lincoln terbunuh, kemudian, Robert masuk ke dalam dunia politik dan berada di posisi Menteri Perang di bawah pemerintahan James Garfield.

1811, 4 bulan setelah Robert diangkat sebagai mentri, pada saat mereka berdua sedang dalam perjalanan ke New Jersey, Presiden James Garfield ditembak juga

Setelah hampir 20 tahun tidak ada presiden yang dikenalnya mati tertembak, akhirnya dia diundang ke acara presiden McKinley. Memang Robert bukan jadi saksi mata, tapi setidaknya dia berada di ruangan yang sama dengan presiden McKinley pada saat beliau tertembak! Semenjak saat ini, semua undangan dari Presiden manapun selalu ditolak.

Ann Hodges
Kesialan: ditimpa meteor.

Percaya atau tidak, dia adalah satu-satunya manusia di dunia yang ditimpa meteor. Pada 30 November 1954, Ann Hodges tidur siang di sofa kamarnya, dan tanpa diketahuinya, ada meteor yang jatuh dari langit. Batu chondrite ini pecah menjadi tiga bagian dan salah satunya melukai Ann di pinggangnya.

Kesialan tidak sampai di situ. Angkatan Udara AS, langsung datang dengan helikopter dan meminta batuan tadi tanpa ada kompensasi. Karena marah, akhirnya suami Ann dengan bantuan pengacara mengambil kembali batu itu, dan akhirnya berniat membeli batu tadi seharga 5.000 dollar. Tapi pemilik rumah (ternyata keluarga Ann menyewa rumah), Bertie Guy, meminta uang tadi sebagai ganti rugi kerusakan rumah.

Karena tidak tahan terus menerus jadi rebutan, akhirnya batu tersebut disumbangkan ke Alabama Museum of Natural History, dan ceritanya berakhir di situ.

Roy Sullivan
Kesialan: Disambar petir, tujuh kali!

Secara statistik, kemungkinan orang tersambar petir adalah 1 banding 3 ribu. Jadi, kalo sampe tujuh kali, nah, 3 ribu dipangkat tujuh deh…. Hitung sendiri!

Roy Sullivan adalah penjaga taman nasional di Shenandoah National Park, Virginia. Kejadian pertama adalah pada saat dia berada di menara penjaga, Roy dihantam petir pada 1942. Kedua dan selanjutnya adalah pada saat menyetir mobil meninggalkan taman, pada saat memancing, dan pada saat berada di pos penjagaan. Ini lebih aneh lagi, apalagi sampai petir menyerang pada saat berada di dalam gedung kan?

Serangan ke lima terjadi pada saat Roy sedang menggantung pakaian bersama istrinya, dan serangan keenam dilaporkan bahwa Roy merasa ‘awan mengejarnya’. Tapi bukan petir yang akhirnya mengambil nyawanya. Roy menembak dirinya sendiri pada usia 71 tahun.

Tsutomu Yamaguchi
Kesialan: Hanya ada dua kota yang hancur akibat bom atom, dan Tsutomu ada di dua kota itu pada saat ledakan.

Tsutomu Yamaguchi, lahir tahun 1916. Ia sedang berada dalam perjalanan untuk menjalankan bisnis di Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945. Pada saat sedang turun dari tram, bom atom meledak. Gendang telinganya pecah dan ia menderita kebutaan sementara. Setelah akhirnya berhasil lolos dan mendekam semalaman di perlindungan, akhirnya ia kembali ke kota kelahirannya, Nagasaki

Nagasaki… beberapa hari kemudian...
Tsutomu berada di kantor dengan atasannya, dan menceritakan berbagai pengalaman mengerikan tentang bom atom, persis ketika dia baru selesai cerita, bom meledak lagi di Nagasaki.

Untungnya Tsutomu masih hidup dan menceritakan semua hal ini.
 
sumber: http://www.anehdidunia.com/2013/12/kesialan-paling-unik-dialami-manusia.html
Read more ...